Wednesday, December 28, 2011

Allah Ajarkan Siapa Aku.

Kita sebenarnya bukanlah jasad ini, kita bukanlah tangan ini, bukan mata ini, fizikal kita hanyalah alat yang diberikan Allah untuk kita melakukan aktiviti memenuhi tugas dan amanah kita di muka bumi ini.

Bayangkan seorang Eksekutif yang baru memulakan tugas, apakah antara kemudahan yang mula-mula diberikan kepadanya? Sebuah komputer bukan? Dengan komputer itu si Eksekutif tadi akan mudah melakukan tugasannya.

Allah juga memberikan komputer ini kepada wakil-Nya untuk menjalankan tugasan yang diamanahkan. Itulah fizikal kita yang lengkap dengan sistem otaknya yang begitu hebat, sistem perjalanan darah, sistem penghadaman dan berbagai-bagai sistem yang ada di dalam diri kita.

Mana hebat komputer Allah ini berbanding PC kita di pejabat? Tak terbandingnya bukan? Bukan sahaja Allah bekalkan kita dengan sebuah "komputer" yang begitu hebat sistemnya tapi Allah bekalkan juga kita akal fikiran, nafsu dan Ruh yang masing-masingnya punya potensi yang amat luar biasa sekali. Segala yang diberikan Allah ini menjadikan kita makhluk Allah yang paling sempurna dan dengan kesempurnaan itu dibandingkan dengan makhluk-Nya yang lain maka kita dilantik menjadi wakil-Nya di muka bumi ini.

Malangnya selama ini kesedaran ini tidak ada. Kita merasakan diri kita ini adalah fizikal berserta nafsu dan akal. Maka bila kita pandai membuat sesuatu, kita dengan cepatnya merasakan kitalah yang pandai itu. Betulkan?

Saya diberi peluang diajar Allah untuk MERASAKAN diri saya yang sebenarnya. Ketika kita tidur, diri kita yang sebenarnya tidak ada di dalam jasad kita. Badan dan fizikal kita semuanya lemah dan ibarat sebuah komputer yang di off kan suis ke sumber elektrik maka komputer itu tidak mampu menjalankan apa juga aktiviti yang biasanya boleh dijalankan sebelumnya.

Sama dengan fizikal kita, apabila kita tidur, ia hanya sebuah fizikal kosong, tidak mampu melihat, tidak mampu berfikir, tidak mampu berjalan.Benarkan? Diri kita yang sebenarnya tidak ada di dalam jasad itu. Allah ada menerangkan hal ini di dalam Al-Qur'an bahawa Allah mengenggam jiwa kita saat kita tidur dan sekiranya kita diberi umur lagi maka Allah akan mengembalikan jiwa kita dan kita hidup sehari lagi dan begitulah yang berlakunya setiap hari.

Petang semalam saya dan suami tertidur di dalam kereta sementara menantikan appointment kami dengan seorang sahabat. Kami tertidur kerana terlalu amat keletihan. Badan saya begitu amat lemah dan terus saya tertidur. Lebih kurang dua jam selepas ini, saya sedar tetapi saya tidak dapat bergerak, saya tidak dapat menggerakkan tubuh saya.

Saya sangat sedar ketika itu, ingin sahaja saya panggil suami saya di sebelah agar dapat menggerakkan tubuh saya yang kaku tapi tidak berdaya. Saya sempat berkata di dalam hati saya, adakah tiba masanya saya pulang pada Allah?Saya cuba lagi menggerakkan tubuh saya namun tidak mampu.

Saya katakan pada diri saya ketika itu, siapkan saja untuk menghadap Allah.Saya hampir tidak mahu mencuba lagi dan ingin saja terus menyerahkan diri kepada Allah.Kemudian timbul satu kekuatan untuk terus berusaha kerana di hati masih ingin terus hidup. Maka saya kuatkan sepenuh tenaga untuk menggerakkan tubuh saya dan tiba-tiba saya terjaga.


Sebenarnya saya pernah mengalami keadaan seperti ini. Saya rasa sahabat semua pernah mengalaminya bukan? Kita tersedar dari tidur tapi badan tidak dapat digerakkan.

Macam-macam penjelasan kita pernah dengar, ada yang kata kena himpit dengan hantu, ada yang kata badan letih sangat. Semalam saya mendapat satu paradigma yang baru.

Saya terus menyedari bahawa ITULAH AKU YANG SEBENARNYA.

Aku yang pada hakikatnya terpisah dari jasad ini, aku yang sebenarnya bukan jasad ini. Alhamdulillah, sudah berapa lama perkara ini terjadi tetapi kita tidak menyedari bahawa Allah memberikan kita pengalaman MERASAKAN diri kita yang sebenarnya.

Terima kasih Allah.

Hanya Allah Yang Maha Mengetahui.

Sumber : Artikel dari I Luv Islam.

Saturday, August 13, 2011

Majlis Berbuka Puasa Bersama Tun Mahathir.

Bismillah..

Assalamualaikum. Rasanya tidak lambat untuk mengucapkan SELAMAT MENYAMBUT BULAN RAMADAN AL-MUBARAK. Perbanyakkanlah amal ibadah dan dekatkanlah diri ini kepada Allah s.w.t. Disaat syaitan diikat, inilah masanya untuk kita bermanja-manja dengan amalan-amalan sunat dibulan yang mulia ini. Semoga Allah memberkatinya.

Pada 12 Ogos 2011,

Rakan Perkim UTHM telah menerima jemputan berbuka puasa bersama Tun Mahathir dari PERKIM PUSAT, yang bertempat di Bangunan Felda, Kuala Lumpur. Majlis yang bermula pada jam 5.30 petang telah dihari dengan ratusan pelajar (kelab perkim universiti) dan wakil Perkim bahagian.

Terima kasih diucapkan kepada PERKIM PUSAT diatas anjuran majlis yang amat bermakna ini. Semoga silaturrahim yang terjalin berkekalan hingga ke akhir hayat.
Barakallahufeekum.






Tuesday, June 21, 2011

A conversation between a student and an Atheist Professor

An atheist professor of philosophy speaks to his class on the problem science has with God, The Almighty. He asks one of his new students to stand and.....

Prof: So you believe in God?
Student: Absolutely, sir.

Prof : Is God good?
Student: Sure.

Prof: Is God all-powerful?
Student : Yes.

Prof: My brother died of cancer even though he prayed to God to heal him. Most of us would attempt to help others who are ill. But God didn't. How is this God good then? Hmm?
(Student is silent.)

Prof: You can't answer, can you? Let's start again, young fella. Is God good?
Student: Yes.

Prof: Is Satan good?
Student : No.

Prof: Where does Satan come from?
Student: From...God.. .

Prof: That's right. Tell me son, is there evil in this world?
Student: Yes.

Prof: Evil is everywhere, isn't it? And God did make everything. Correct?
Student: Yes.

Prof: So who created evil?
(Student does not answer.)

Prof: Is there sickness? Immorality? Hatred? Ugliness? All these terrible things exist in the world, don't they?
Student: Yes, sir.

Prof: So, who created them?
(Student has no answer.)

Prof: Science says you have 5 senses you use to identify and observe the world around you. Tell me, son...Have you ever seen God?
Student: No, sir.

Prof: Tell us if you have ever heard your God?
Student: No, sir.

Prof: Have you ever felt your God, tasted your God, smelt your God? Have you ever had any sensory perception of God for that matter?
Student: No, sir. I'm afraid I haven't.

Prof: Yet you still believe in Him?
Student: Yes.

Prof: According to empirical, testable, demonstrable protocol, science says your GOD doesn't exist. What do you say to that, son?
Student: Nothing. I only have my faith.
Prof: Yes. Faith. And that is the problem science has.

Student: Professor, is there such a thing as heat?
Prof: Yes.

Student: And is there such a thing as cold?
Prof: Yes.

Student: No sir. There isn't. (The lecture theatre becomes very quiet with this turn of events.)

Student : Sir, you can have lots of heat, even more heat, superheat, mega heat, white heat, a little heat or no heat. But we don't have anything called cold. We can hit 458 degrees below zero which is no heat, but we can't go any further after that. There is no such thing as cold. Cold is only a word we use to describe the absence of heat. We cannot measure cold. Heat is energy. Cold is not the opposite of heat, sir, just the absence of it .
(There is pin-drop silence in the lecture theatre.)

Student: What about darkness, Professor? Is there such a thing as darkness?
Prof: Yes. What is night if there isn't darkness?

Student : You're wrong again, sir. Darkness is the absence of something. You can have low light, normal light, bright light, flashing light.... But if you have no light constantly, you have nothing and it's called darkness, isn't it? In reality, darkness isn't. If it were you would be able to make darkness darker, wouldn't you?

Prof: So what is the point you are making, young man?
Student: Sir, my point is your philosophical premise is flawed.

Prof: Flawed? Can you explain how?
Student: Sir, you are working on the premise of duality. You argue there is life and then there is death, a good God and a bad God. You are viewing the concept of God as something finite, something we can measure. Sir, science can't even explain a thought. It uses electricity and magnetism, but has never seen, much less fully understood either one.To view death as the opposite of life is to be ignorant of the fact that death cannot exist as a substantive thing. Death is not the opposite of life: just the absence of it. Now tell me, Professor.Do you teach your students that they evolved from a monkey?

Prof: If you are referring to the natural evolutionary process, yes, of course, I do.
Student: Have you ever observed evolution with your own eyes, sir?
(The Professor shakes his head with a smile, beginning to realize where the argument is going.)

Student: Since no one has ever observed the process of evolution at work and cannot even prove that this process is an on-going endeavor, are you not teaching your opinion, sir? Are you not a scientist but a preacher? (The class is in uproar.)

Student: Is there anyone in the class who has ever seen the Professor's brain?
(The class breaks out into laughter.)
Student : Is there anyone here who has ever heard the Professor's brain, felt it, touched or smelt it? No one appears to have done so. So, according to the established rules of empirical, stable, demonstrable protocol, science says that you have no brain,sir. With all due respect, sir, how do we then trust your lectures, sir?
(The room is silent. The professor stares at the student, his face unfathomable. )
Prof: I guess you'll have to take them on faith, son.

Student: That is it sir... The link between man & god is FAITH . That is all that keeps things moving & alive.

Goyahnya Iman Kita !

Assalamualaikum...
Wahai sahabat² seagama denganku…
Tolonglah ambil masa 3 minit untuk membaca note ini....
3 Minit je, tak lama pun..

... Mungkin ada yg pernah baca kisah ni tapi tak salah kalau kita ingatkan sekali lagi..
Dengan Nama ALLAH yg Maha Pemurah lagi Maha Pengasih...
Bayangkan benda ini berlaku pada anda.....

Suatu hari pada masa Sembahyang jumaat yang di hadiri oleh lebih kurang 1,000 jemaah...
tiba-tiba masuk dua orang lelaki yang menutupi seluruh tubuhnyer dgn pakaian hitam..
tak nampak apa cuma dua biji mata and membawa mesin gun...
lalu salah seorang lelaki tu bertempik "
"Sesiapa yang sanggup MATI kerana ALLAH sila berdiri di tempat kamu"
Selepas mendengar amaran lelaki itu maka segeralah bertempiaran lari para jemaah itu utk menyelamatkan diri....
daripada jumlah yang 1,000 tadi tu hanya tinggal lebih kurang 40 orang sahaja yang masih berdiri di tempat masing-masing termasuk Pak Imam tu...

Lelaki yang bertempik tadi segera membuka tutup mukanya lalu melihat ke arah Pak Imam sambil berkata:
"Ok Pak Imam, saya dah halau SEMUA yang hipokrit, sekarang bolehlah Pak Imam mulakan sembahyang Jumaat"....
Lalu kedua lelaki tersebut berpaling dan meninggalkan jemaah....
Macammana..
adakah anda rasa lawak dgn cerita di atas. selain terhibur anda Fikirkanlah...

"Lawak kan, dari 1,000 org yg mengaku dia Islam hanya 40 yg betul-betul BERIMAN... "

"Lawakkan berapa banyak manusia yang mudah lupakan ALLAH bila menghadapi bahaya...
kedua lelaki hanya membawa mesin-gun..
dia tak kata pun nak bunuh.. tapi generasi skrang..
amat lemah..
baru kena ugut terus lari lintang pukang..
lupa yg dia tak sembahyang jumaat lagi..."

"Lawak, ada juga yang agamanya cuma seminggu sahaja.. tu pun bila time sembahyang jumaat..
tunjuk muka kat org kampung.. ada tu lagi dashyat setahun 2 kali aje..
bile time sembahyang raya..."

"Lawakkan, ramai orang percaya kepada gosip dan apa yang di tulis oleh surat khabar daripada apa yang tercatit dalam al Quran"

"Lawak kan, berapa ramai yg percaya dunia hanya sementara, akhirat adalah tempat yang kekal, tapi berlumba-lumba mengejar dunia"

"Lawak, kita boleh bersembang dgn boyfriend atau girlfriend berjam-jam tapi nak berdoa kepada ALLAH alahai..
tak cukup masa..

Dan lebih lawak lagi, bila kita boleh post banyak thread atau note yang berunsur lawak jenaka dan lucah kesemua tempat tapi merasa berat nak berkongsi dan nak hantar artikel2 yang berunsur agama Lawak kan???
Kenapa?
gelak tu kan realiti..

tapi yg paling lawak sekali..
berapa orang yang lepas baca benda ni akan sampaikan kat orang lain...
berapa orang yang akan buka thread ni untuk luangkan masa membaca?
berapa banyak????

Wallahualam…
Sebarkanlah....

Thursday, June 16, 2011

taat kepada ibu bapa

NABI Sulaiman dikurniakan Allah dengan pelbagai keistimewaan bagi meyakinkan umatnya pada masa itu kepada kekuasaan dan kebesaran-Nya. Baginda bukan saja mampu berinteraksi sesama manusia, malah dengan haiwan dan jin.

Inilah keistimewaan yang diberikan Allah kepada Nabi Sulaiman dalam melaksanakan misinya menyebarkan ajaran Islam kepada umatnya.

Dikisahkan, Nabi Sulaiman berkelana antara langit dengan bumi hingga tiba di satu samudera yang bergelombang besar. Untuk mencegah gelombang, Baginda memerintahkan angin agar tenang, dan tenang pula samudera itu.

Kemudian Nabi Sulaiman memerintahkan jin menyelam dalam lautan itu hingga ke dasarnya. Di situ, jin melihat sebuah kubah daripada permata putih tanpa lubang, kubah itu diangkat ke atas lautan itu dan ditunjukkannya kepada Nabi Sulaiman.

Melihat kubah tanpa lubang penuh permata dari dasar laut itu Nabi Sulaiman menjadi terlalu hairan. “Kubah apakah gerangan ini?" fikirnya.

Nabi Sulaiman kemudian meminta pertolongan Allah untuk membuka tutup kubah itu. Baginda terkejut, apabila melihat seorang pemuda dalamnya.

“Siapakah kamu? Adakah kamu kelompok jin atau manusia?" tanya Nabi Sulaiman kehairanan.

"Saya adalah manusia," jawab pemuda itu perlahan-lahan.

“Bagaimana engkau berada dalam keadaan begini,” tanya Nabi Sulaiman lagi. Pemuda berkenaan kemudian menceritakan riwayatnya hingga boleh tinggal dalam kubah dan berada dasar lautan.

Diceritakan, ibu pemuda itu sudah dan tidak berdaya untuk bergerak. Pemuda itulah yang memapah dan mengendong ibunya ke mana saja dia pergi. Si anak selalu berbakti kepada orang tuanya dan ibunya pula tidak putus-putus mendoakannya.

Antaranya, ibu itu selalu mendoakan anaknya diberi rezeki dan perasaan puas diri. Semoga anaknya ditempatkan di suatu tempat yang tidak di dunia dan tidak pula di langit.

Nabi Sulaiman kemudian bertanya kepada pemuda itu: “Bagaimana kamu berbakti kepada mereka?”

Pemuda itu mula bercerita: “Saya menjaga mereka hingga mereka tua.

“Kedua-dua ibu bapa saya sangat taat kepada Tuhan. Sejak kecil hingga dewasa, saya dijaga dan dipelihara dengan sempurna.

“Mereka selalu memohon kepada Tuhan supaya saya menjadi orang yang taat kepada perintah Allah. Ayah saya meninggal dunia pada usia tuanya dalam penjagaan saya.

“Ibu saya pula lemah dan sering sakit-sakit. Matanya buta dan kakinya lumpuh.

“Sayalah satu-satunya yang menjaga segala keperluannya seperti membersihkan badannya dan memandikannya.

“Segala keperluan makan dan minumnya saya uruskan.

“Saya menyuap makanan dan minuman ke mulutnya seperti dia suapkan saya ketika kecil.

“Saya selalu bermohon kepada Tuhan. Ibu saya juga bermohon agar saya dikurniakan ketenangan dan kebahagiaan dalam hidup ini.

“Ibu saya juga bermohon kepada Tuhan agar selepas kematiannya nanti saya diberi tempat khusus yang letaknya bukan di bumi dan bukan juga di langit,” katanya.

Pemuda itu meneruskan ceritanya : “Selepas ibuku meninggal dunia. saya berjalan di pantai.

“Dalam perjalanan. saya melihat sebuah tempat yang diperbuat daripada permata.

“Saya mendekatinya dan terbukalah pintu kubah itu. saya masuk ke dalamnya.”

Nabi Sulaiman kagum dengan cerita pemuda itu. Baginda ingin mengetahui lebih lanjut latar belakang pemuda ini.

“Kamu hidup pada zaman mana?” tanya Nabi Sulaiman.

Jawabnya: “Saya hidup pada zaman Nabi Ibrahim.”

Nabi Sulaiman mengira-ngira berapa usia pemuda itu. Alangkah terkejutnya kerana umur pemuda itu hampir mencecah 1,400 tahun. Namun wajahnya berseri-seri, tiada uban pada rambutnya, kulitnya masih tegang.

“Bagaimanakah saudara dapat merasai nikmat dan mendapat rezeki daripada Tuhan dalam kubah ini?” tanya Nabi Sulaiman.

Pemuda itu menjawab: “Selepas saya berada di sini, barulah saya tahu Tuhan telah menjadikan syurga untuk saya dalam kubah ini.”

Nabi Sulaiman bertanya lagi “Tunjukkan pada saya syurga itu.”

Pemuda itu diam seketika, kemudian dia menadah tangannya memohon kepada Tuhan.

Tiba-tiba suasana kubah yang gelap itu menjadi terang-benderang indah bercahaya. Terpampang pemandangan yang begitu indah di depan Nabi Sulaiman dan tenteranya. Sungai mengalir tenang, kebun bunga yang subur, pohon merendang, kolam madu dan susu terpancar indah.

“Wahai pemuda, ini syurga! Saudara mendapat anugerah daripada Tuhan,” kata Nabi Sulaiman.

“Ini kurnia Tuhan kepada saya. Saya mendapat rezeki daripada pelbagai sumber dan buah-buahan beraneka rasa dan jenis. Semua makanan yang saya ingini terhidang,” jawab si pemuda.

Nabi Sulaiman yang dikenali boleh berjalan antara bumi dengan langit kagum dengan pemuda itu.

“Bagaimana engkau boleh hidup dalam kubah di dasar lautan itu?" tanya Nabi Sulaiman ingin mengetahui lebih lanjut.

Pemuda itu menjelaskan: “Dalam kubah itu sendiri. saya tidak tahu di mana saya berada. Di langit atau di udara.

“Namun, Allah tetap memberi rezeki kepadaku ketika tinggal dalam kubah itu."

Nabi Sulaiman bertanya lagi: “Bagaimana Allah memberi makan kepadamu?"

Pemuda itu menjawab: "Jika saya lapar, Allah menciptakan pohon dalam kubah, dan buahnya yang saya makan.

“Jika saya haus, maka keluarlah air yang teramat bersih. Lebih putih daripada susu dan lebih manis daripada madu."

Nabi Sulaiman ingin mengetahui lagi: “Bagaimana engkau mengetahui perbezaan siang dan malam?"

Jawab pemuda itu: “Apabila terbit fajar, maka kubah itu menjadi putih.

“Dari situ saya mengetahui kalau hari itu sudah siang. Apabila matahari terbenam, kubah akan menjadi gelap dan saya mengetahui hari sudah malam."

Nabi Sulaiman mendengar penerangan pemuda itu dengan penuh kagum. Baginda seolah-olah tidak mahu berhenti mendengarnya.

“Cukuplah sampai di sini. Sekarang saya harus bersembahyang bagi mengadap Tuhan,” kata pemuda itu mengakhiri perbualannya.

Selesai menceritakan kisahnya, pemuda itu berdoa kepada Allah, maka pintu kubah itu tertutup kembali. Pemuda itu terus tinggal dalamnya.

Itulah balasan Allah terhadap seorang pemuda yang berbakti kepada kedua-dua orang tuanya.

Allah memberikan kedudukan tinggi kepada ibu bapa dan menyuruh setiap anak berbuat baik kepada mereka. Ini jelas diterangkan melalui firman Allah bermaksud: “Dan Tuhanmu telah perintahkan, supaya engkau tidak menyembah melainkan kepada-Nya semata-mata, dan hendaklah engkau berbuat baik kepada ibu bapa." (Surah al-Isra’, ayat 23)

Berbakti kepada ibu bapa adalah berbuat baik, mentaati, melaksanakan hak, jauh daripada perilaku menyakiti hati dan kehidupan mereka.

Taat kepada ibu bapa adalah amalan wajib ditunaikan setiap anak. Ketaatan itu, adalah cara paling baik mendekatkan diri kepada Allah kerana taat kepada ibu bapa bererti mentaati perintah-Nya juga.

Berbakti kepada ibu bapa membawa berkat. Daripada Anas bin Malik, Rasulullah saw bersabda bermaksud: “Sesiapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan ditambah rezekinya, maka hendaklah dia berbakti kepada ibu bapanya dan menyambung tali silaturahim."

kiTA tanya Dan AL-quran MENjawab

KITA BERTANYA: KENAPA AKU DIUJI?

QURAN MENJAWAB
"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan,"Kami telah beriman."("I am full of faith to Allah")sedangkan mereka tidak diuji?Dan sesungguhnya Kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg benar dan sesungguhnya Dia mengetahui org2 yg dusta
-Surah Al-Ankabut ayat 2-3


KITA BERTANYA: KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?

QURAN MENJAWAB
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui."
-Surah Al-Baqarah ayat 216

KITA BERTANYA: KENAPA UJIAN SEBERAT INI?

QURAN MENJAWAB
"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya,"
-Surah Al-Baqarah ayat 286

KITA BERTANYA: KENAPA RASA FRUST?

QURAN MENJAWAB
"Jgnlah kamu bersikap lemah. dan jgnlah pula kamu bersedih hati,padahal kamulah org2 yg paling tinggi darjatnya, jika kamu org2 yg beriman."
-Surah Al-Imran ayat 139

KITA BERTANYA: BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?

QURAN MENJAWAB
"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan dengan jalan sabar dan mengerjakan sembhyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk."
-Surah Al-Baqarah ayat 45

KITA BERTANYA: APA YANG AKU DAPAT DARIPADA SEMUA INI?

QURAN MENJAWAB
"Sesungguhnya Allah telah membeli dari org2 mu'min,diri,harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka... ?
-Surah At-Taubat ayat 111

KITA BERTANYA: KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?

QURAN MENJAWAB
'Cukuplah Allah bagiku,tidak ada Tuhan selain dariNya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal."
-Surah At-Taubat ayat 129

KITA BERKATA: AKU TAK DAPAT TAHAN!!!!!!

QURAN MENJAWAB
"......dan jgnlah kamu berputus asa dr rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dr rahmat Allah melainkan kaum yang kafir."
-Surah Yusuf ayat 12

Saturday, April 30, 2011

Borang Keahlian Rakan Perkim UTHM







Sila isi borang ini dengan menggunakan HURUF BESAR. Terima Kasih.



Nama




Jantina

Muslimin

Muslimat



No Kad Pengenalan
(cth : xxxxxx-xx-xxxx)





No Matrik




Fakulti

FKAAS

FKEE

FKMP

FPTEK

FPTPK

FSSW

PPD



Agama




Bangsa




Alamat semasa




Alamat Tetap




Tahun / Semester




Kursus




Alamat E-mail




Biro pilihan







This online form was provided by Freedback.